STALKER!

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Stalker © Black Skull

Rating: T

Genre: Romance

Warning: SemiCanon, AR, OOC (meybe), full Hinata POV,

Chara: Uzumaki Naruto, Hyuuga Hinata, Haruno Sakura, Teuchi

Pairing: Naruto x Hinata

naruhina @desysetyo

.

STALKER

.

Aku menyukainya, bahkan jauh sebelum dia mengenalku. Aku mulai merindukannya, bahkan sebelum dia mengingat namaku. Dan aku mulai mencintainya, bahkan sebelum dia merasakan kehadiranku.

Kami-sama, mungkin aku terlalu bodoh untuk mengharapkan dia untuk mencintaiku. Tapi bolehkah aku sedikit berharap agar dia mau melihatku? Bolehkah aku meminta pada Mu agar dia mau sekedar menemaniku? Aku tahu, bocah di depanku ini mamang bodoh. Dia sama sekali tidak mengerti betapa aku sangat mengharapkannya, betapa aku sangat ingin memilikinya, dan betapa aku sangat– mencintainya. Continue reading

Advertisements

Untitled

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Untitle © D.a.i.sy

Rating: T

Genre: Friendship, Angst

Warning: SemiCanon, AR, OOC (meybe), Ino-cen, no bashing chara, sudut pandang orang kedua, don’t like don’t read!

Chara: Yamanaka Ino, Nara Shikamaru, Akasuna Temari, Haruno Sakura

Pairing: can’t claim the pairing.

Summary: Tak mau menyerah pada keadaan. Tidak mau menjadi pecundang. Mau mengusahakannya hingga akhir, meskipun pada akhirnya nanti mungkin tidak sesuai harapan.

.

.

.

UNTITLE

.

.

.

Kau masih sibuk memasukkan beberapa pakaianmu kedalam sebuah koper kecil berwarna hitam. Waktu yang kau punyai sudah tidak banyak lagi. Kau mengubah pikiranmu beberapa saat sebelum waktunya. Benar-benar plin plan, eh? Sesorang di hadapanmu hanya memperhatikanmu tanpa berniat membantu sedikitpun. Dia terlalu malas, tentu saja, dia sudah berusaha mencegahmu untuk pergi. Kau terlalu keras kepala untuk mendengarkan teman gempalmu, kan?

“Ini akan menjadi sulit untukmu.” Untuk kesekian kali dia mengatakan itu padamu. Hanya saja kali ini dia mengatakan dengan nada datar, tanpa ada maksud menghentikanmu. Dia mengatakan itu hanya karena sedari tadi kalian hanya terdiam, dan dia memilih mengucapkan ucapannya itu untuk kesekian kalinya padamu, paling tidak itu sedikit menunjukan perhatiannya.

“Yah, aku tahu.” Kau masing sibuk memilih baju bawaanmu. Membiarkan sahabat gempalmu ongkang ongkang kaki sambil memakan snack di atas tempat tidurmu.

“Ini tidak akan berguna dan hanya akan menambah sakit hatimu saja.”

“Mungkin.”

“Jika selama ini saja kau gagal, apa yang membuatmu berfikir kali ini kau akan berhasil?”

“Entahlah, Chouji.”

“Lalu kenapa kau masih memaksakan diri?” Kali ini terdengar nada heran dari sahabatmu. Setidaknya dia menperhatikanmu, karena bagaimanapun dia satu satunya orang yang tahu ‘sesuatu’ yang kau simpan.

“Karena aku tak mau menyerah pada keadaan.” Kau tersenyum, memperlihatkan seberapa keras kepalanya dirimu.

“Tck.” Orang di hadapanmu tersenyum mengejek, “Kau benar benar keras kepala.”

Srrrttt

Kau menutup resleting kopermu, selesai memasukan barang bawaanmu. Aquamarinemu menatap sebentar sebuah frame yang terletak di atas meja. Frame berisi fotomu dan dua sahabatmu, yang satu kini sedang sibuk mengotori kasurmu dengan remah snack yang dimanakannya, yang satu telah membuat hatimu jungkir balik tak menentu.

“Hah.” Kau menghela nafas dengan keras, seakan menyakinkan dirimu sendiri terhadap apa yang akan kau lakukan.

“Terimakasih atas pujiannya, doakan aku berhasil.” Kau melemparkan senyum pada sahabatmu yang masih sibuk dengan snacknya dan beranjakan pergi.

“Sejak kapan ‘keras kepala’ menjadi sebuah kata pujian?” Continue reading